Kehidupan bertumpah ruah seperti lautan yang dipenuhi banyak jenis ikan. Ada sedih dan senang, ada jatuh dan bangun. Ketika kita membahas masalah kesedihan tak luput dari kata derita, hampa dan siksa. Dan setiap orang memiliki respon yang berbeda untuk menanggulangi masalah perasaan sedih mereka.
Pernah melakukan hal seperti yang tertera di judul?
Ok, menangis. Menangis atau mengeluarkan airmata memiliki arti penting dalam hidup. Air yang dikeluarkan oleh mata merupakan anugrah yang luar biasa. Salah satu obat disaat orang bersedih. Tahukah, bahwa tangisan itu memiliki arti yang dalam untuk mewakili sebuah rasa?
Menangis tidak selamanya dibilang cengeng bagi penulis. Orang yang kehilangan airmata atau tidak pernah mencucurkan airmata adalah orang yang memiliki rasa iba melainkan sedikit. Keibaan tentang sesuatu menumbuhkan rasa kasih sayang antara sesama. Ketika seseorang kehilangan keibaannya. Dunia dia sudah menjadi ego yang terpisah. Istilah kasarnya, gue-gue, elu-elu, siapa gue, siapa elu, gak ada hubungannya.
Tapi dalam tulisan ini tidak akan membahas tentang hubungan sosial secara umum melainkan tentang perasaan cinta antara dua insan.
Ketika tangisan dicucurkan dalam perjalanan patut kita tahu bahwa cinta dan kasih sayang menjelama dalam diri kekasih kita. Pertanyaannya apakah tangisan itu selalu keuar dari mata seorang perempuan? Apakah seorang lelaki tidak layak untuk menangis?
Bagaimana menurutmu?
Bagaimana jika disuatu malam yang dingin, yang terasa sepi, ada seorang anak lelaki menangisi cintanya dipojok kamarnya sendiri? Apakah ada simpatik untuk dia? Ataukah cemooh untuk dia? Cinta pada dasarnya sama, berlaku untuk semua orang tanpa mengenal jenis laki-laki atau perempuan.