Hati adalah segumpal darah yang begitu peka terhadap sentuhan. Gundah, gelisah dan keluh tertumpah menjadi watak dari perasaan. Dia lahir dan tercipta oleh keegoan tentang rasa. Matahari bisa saja mengeluh tanpa sepatah kata pun yang melukiskannya. Dia tegar bukan berarti tak bisa menangis! Dia mengerti tetang hari-hari yang dia lalui. Tak seindah ungkapan mata dia lihat kehidupan tapi tak seburuk yang kamu kira jika kamu mengerti tentangnya.
Matahari adalah jiwaku dan dingin adalah kaidah dari tubuhku. Aku, dia dan kamu dalam satu ruang tak terbatas tembok, tak terpisah hijau. Terkadang jawaban dari semua permintaan, pertanyaan, permohonan adalah ” Iy”, tetapi jawaban “Tidak” mukin bisa menjadi jawaban yang terbaik untuk suatu hal.
Inilah halamanku dan disini kutuang asa dari 1000 mimpi yang menyapa di setengah malamku.
Inilah Kertasku yang kulis dengan gundah yang menjadi kaidah kehidupan.
Inilah aku yang menjadi angin saat gemuruh datang, yang menjadi hujan saat mengering, yang menjadi dingin saat malam menyapa, yang menjadi matahari saat siang menjelma, dan menjadi bayanganmu saat sendiri begitu sepi.